1. DATA PEMBANGUNAN KELUARGA
Data ini menunjukkan ketersediaan sarana dan prasarana program inti yang mendukung operasional Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Desa Bandung.
Kuantitas sarana dan kelompok kegiatan yang menjadi pilar pembangunan keluarga adalah sebagai berikut:

Gambar 1: Grafik data pembangunan keluarga
Analisis Utama:
-
Kekuatan Kelompok Kegiatan: Adanya 7 Kelompok Kegiatan menunjukkan bahwa Desa Bandung sangat aktif dalam mengorganisir program intervensi berbasis keluarga. Kelompok ini menjadi ujung tombak dalam edukasi tentang pengasuhan, kesehatan reproduksi, peningkatan ekonomi, dan penyiapan kehidupan remaja.
-
Jangkauan Layanan Dasar: Ketersediaan 4 Posyandu dan 3 PAUD merupakan fondasi yang baik untuk memastikan layanan kesehatan dasar dan pendidikan prasekolah dapat diakses oleh sebagian besar Balita di desa tersebut.
Data ini mencerminkan komitmen kuat Desa Bandung dalam menyediakan platform kelembagaan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Kampung Keluarga Berkualitas.
Â
2. DATA PEMBANGUNAN KELUARGA MENURUT JUMLAH POSYANDU
Data ini merinci sebaran fasilitas kesehatan masyarakat di Kampung KB "Sinyonya" Desa Bandung, yang merupakan sarana vital untuk layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), gizi, dan program Keluarga Berencana (KB).
Total jumlah Posyandu yang beroperasi di Desa Bandung adalah 4 unit. Distribusinya berdasarkan Rukun Warga (RW) adalah sebagai berikut:

Gambar 2: Grafik data jumlah Posyandu Desa BandungÂ
Analisis Utama:
-
Prioritas Jangkauan di RW 003: RW 003 dialokasikan 2 unit Posyandu, yang menunjukkan bahwa wilayah ini mungkin memiliki cakupan geografis yang lebih luas atau kepadatan Balita dan Lansia yang lebih tinggi, sehingga membutuhkan fasilitas yang lebih banyak.
-
Efisiensi Layanan: Dengan total 4 Posyandu yang melayani 2.008 jiwa penduduk, fasilitas ini menjadi tulang punggung dalam upaya pencegahan stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak, sejalan dengan tujuan utama Kampung KB.
Â
3. DATA PEMBANGUNAN KELUARGA MENURUT JUMLAH PAUD
Data ini menunjukkan ketersediaan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai salah satu sarana penting dalam mempersiapkan generasi muda dan mendukung fungsi pendidikan keluarga di Kampung KB "Sinyonya".
Total jumlah PAUD yang tercatat di Desa Bandung adalah 3 unit. Distribusi fasilitas PAUD berdasarkan Rukun Warga (RW) menunjukkan alokasi yang merata:

Gambar 3: Grafik data jumlah PAUD
Analisis Utama:
-
Cakupan Merata: Distribusi PAUD yang merata, yaitu 1 unit di setiap RW, menunjukkan komitmen pemerintah desa untuk memastikan akses pendidikan prasekolah dasar yang adil bagi seluruh Balita di wilayah tersebut.
-
Dukungan BKB: Ketersediaan PAUD ini sangat mendukung program Bina Keluarga Balita (BKB), di mana orang tua dapat memperoleh pengetahuan tentang pengasuhan yang optimal, sementara anak-anak mendapatkan stimulasi awal untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Â
4. DATA PEMBANGUNAN KELUARGA MENURUT JUMLAH KELOMPOK KEGIATAN
Data ini mengidentifikasi program-program inti yang aktif di Kampung KB "Sinyonya" Desa Bandung, yang menjadi motor penggerak peningkatan kualitas keluarga.
Total terdapat 14 Kelompok Kegiatan dan Sarana (tidak termasuk Posyandu dan PAUD yang dihitung terpisah di grafik lain) yang didirikan di desa ini. Distribusi dan peranannya adalah sebagai berikut:

Gambar 4: Grafik data jumlah Program Kampung KB Desa Bandung
Analisis Utama:
-
Struktur Program Komprehensif: Desa Bandung telah berhasil membentuk kelompok kegiatan yang mencakup seluruh siklus kehidupan keluarga, mulai dari anak-anak (BKB, PAUD, Posyandu), remaja (BKR), hingga lansia (BKL), serta aspek ekonomi (UPPKA). Hal ini menguatkan statusnya sebagai Kampung Keluarga Berkualitas yang holistik.
-
Kebutuhan Optimalisasi: Meskipun semua jenis kelompok inti telah terbentuk (masing-masing 1 unit), peningkatan jumlah unit, terutama BKB, BKR, dan UPPKA, diperlukan untuk menjangkau seluruh RW secara intensif, terutama di RW 002 yang memiliki konsentrasi penduduk dan keluarga rentan tertinggi.
-
Fokus Data: Keberadaan Rumah Data menjamin bahwa perencanaan program-program di atas dapat dilakukan secara berbasis bukti, merujuk pada 17 set data yang telah kita analisis sebelumnya (demografi, kesehatan, ekonomi).
Â
Kembali ke Beranda Rumah Dataku