1. DATA PERLINDUNGAN SOSIAL MENURUT PENERIMA BANTUAN PROGRAM PKH & BPNT
Data jumlah penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) mencerminkan tingkat kebutuhan ekonomi dan fokus intervensi pengentasan kemiskinan berbasis keluarga di Desa Bandung. Total penerima PKH di desa ini adalah 144 keluarga.
Distribusi penerima PKH di tiga Rukun Warga (RW) menunjukkan sebaran keluarga rentan yang menjadi sasaran program:

Gambar 1: Grafik Data masyarakat penerima manfaat bantuan sosial
Analisis Utama:
-
Fokus Intervensi: RW 002 memiliki konsentrasi penerima PKH tertinggi dengan 65 keluarga (45.1%). Hal ini mengindikasikan bahwa RW 002 adalah wilayah dengan tingkat kerentanan ekonomi tertinggi di desa, dan harus menjadi fokus utama program pemberdayaan ekonomi keluarga (UPPKA) dalam kerangka Kampung KB.
-
Integrasi Program: Keberadaan 144 keluarga penerima PKH ini menjadi basis data penting bagi Kampung KB untuk memastikan keluarga-keluarga ini juga mendapatkan prioritas dalam layanan kesehatan, pendidikan anak, dan konseling KB, guna memutus rantai kemiskinan antar-generasi.
Data ini menegaskan peran Kampung KB "Sinyonya" dalam mengintegrasikan perlindungan sosial dengan pembangunan kualitas keluarga.
Â
2. DATA PERLINDUNGAN SOSIAL MENURUT PENERIMA BLT DANA DESA
Data jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa melengkapi gambaran mengenai jaring pengaman sosial yang ditujukan kepada keluarga prasejahtera di Desa Bandung. Total penerima BLT Dana Desa yang tercatat pada grafik ini adalah 30 keluarga.
Distribusi penerima BLT Dana Desa di tiga Rukun Warga (RW) adalah sebagai berikut:

Gambar 2: Grafik Data masyarakat penerima manfaat bantuan sosial BLT Dana Desa
Analisis Utama:
-
Fokus Kebutuhan Mendesak: RW 002 menjadi wilayah dengan konsentrasi penerima BLT Dana Desa tertinggi (13 keluarga), menegaskan kembali temuan pada data PKH sebelumnya bahwa RW 002 memiliki tingkat kerentanan sosial-ekonomi yang paling tinggi di desa tersebut.
-
Peran BLT dalam Kampung KB: Bantuan ini berfungsi sebagai pendukung finansial yang dapat meningkatkan daya beli keluarga, termasuk untuk pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, yang secara langsung mendukung tujuan Kampung KB dalam mengatasi stunting dan meningkatkan kualitas hidup keluarga prasejahtera.
Data ini menjadi panduan penting bagi pemerintah desa dan pengurus Kampung KB dalam menyelaraskan program peningkatan ekonomi keluarga dengan program bantuan sosial yang ada.
Â
3. DATA PERLINDUNGAN SOSIAL MENURUT KESERTAAN BPJS KESEHATAN
Data kepesertaan BPJS Kesehatan merupakan indikator penting dalam mengukur tingkat jaminan kesehatan dan perlindungan sosial di Desa Bandung, selaras dengan tujuan Kampung KB untuk menciptakan keluarga yang sehat.
Total penduduk Desa Bandung yang tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan adalah 433 jiwa. Distribusi kepesertaan ini merata di tiga Rukun Warga (RW):

Gambar 3: Grafik Data masyarakat peserta BPJS Kesehatan (PBI)
Analisis Utama:
-
Cakupan Merata: Angka kepesertaan BPJS Kesehatan relatif merata di seluruh wilayah RW (berkisar antara 140 hingga 149 jiwa). Ini mengindikasikan bahwa akses terhadap jaminan kesehatan dasar telah terdistribusi dengan baik di seluruh desa.
-
Fokus RW 002: RW 002 kembali menunjukkan konsentrasi tertinggi (149 jiwa), yang sejalan dengan data penerima bantuan sosial sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki jumlah penduduk terbanyak yang mendapatkan manfaat dari program perlindungan sosial.
Â
4. DATA PERLINDUNGAN SOSIAL MENURUT KESERTAAN BPJS KETENAGAKERJAAN
Data jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mengindikasikan tingkat perlindungan sosial bagi pekerja dan kelompok usia produktif di Desa Bandung. Total peserta tercatat adalah 468 jiwa.
Distribusi kepesertaan di tiga Rukun Warga (RW) menunjukkan wilayah dengan pekerja formal/mandiri terbanyak:

Gambar 4: Grafik Data masyarakat peserta BPJS Ketenagakerjaan
Analisis Utama:
-
Potensi Pekerja Terlindungi: Jumlah total 468 jiwa peserta BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan adanya kelompok usia produktif yang memiliki perlindungan kerja dan jaminan hari tua, yang sejalan dengan data tingginya populasi wiraswasta.
-
Fokus RW 002: RW 002 secara konsisten menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi pada hampir semua indikator perlindungan sosial dan ekonomi (179 jiwa), yang menunjukkan wilayah ini memiliki jumlah pekerja terbanyak atau paling aktif dalam program perlindungan sosial.
Â
Kembali ke Beranda Rumah Dataku