1. DATA POTENSI DESA MENURUT TEMPAT IBADAH
Data ketersediaan tempat ibadah di Desa Bandung menunjukkan infrastruktur spiritual yang kuat, sejalan dengan karakteristik desa yang 100% penduduknya beragama Islam.
Total jumlah tempat ibadah yang tercatat adalah 7 unit, yang terdiri dari:

Gambar 1: Grafik data jumlah sarana Ibadah
Analisis Utama:
-
Dukungan Pembangunan Karakter Keluarga: Ketersediaan 7 unit tempat ibadah ini (3 Masjid dan 4 Mushola) per 2.008 jiwa penduduk menunjukkan jangkauan fasilitas keagamaan yang sangat baik. Hal ini sangat mendukung tujuan Kampung KB dalam pembangunan karakter dan etika keluarga, yang merupakan salah satu dimensi kualitas hidup.
-
Pusat Kegiatan Masyarakat: Masjid dan Mushola tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sering dimanfaatkan sebagai pusat sosialisasi program desa, termasuk kegiatan keagamaan dalam kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) serta Musyawarah Warga.
Data ini menegaskan bahwa Desa Bandung memiliki fondasi sosial dan spiritual yang kokoh sebagai modal sosial dalam menjalankan program-program pembangunan keluarga secara menyeluruh.
Â
2. DATA POTENSI DESA MENURUT JUMLAH RUMAH
Data jumlah rumah ini memberikan gambaran tentang kepadatan hunian dan menjadi dasar penting dalam perencanaan infrastruktur permukiman dan program penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kampung KB "Sinyonya".
Total jumlah rumah yang tercatat di Desa Bandung adalah 429 unit. Distribusi rumah berdasarkan Rukun Warga (RW) adalah sebagai berikut:

Gambar 2: Grafik data jumlah rumah penduduk
Analisis Utama:
-
Konsentrasi di RW 002: RW 002 memiliki jumlah rumah terbanyak (168 unit), yang sejalan dengan data Kepala Keluarga (KK) terbanyak (218 KK). Disparitas antara jumlah KK (569) dan jumlah rumah (429) mengindikasikan bahwa terdapat sekitar 140 keluarga yang mungkin berbagi rumah atau tinggal di rumah kontrakan, menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan program perumahan layak huni.
-
Dampak Kualitas Keluarga: Kualitas dan kepadatan hunian merupakan faktor krusial dalam program pembangunan keluarga, karena secara langsung memengaruhi sanitasi, kesehatan, dan kualitas pola asuh anak.
Â
3. DATA POTENSI DESA MENURUT JUMLAH SEKOLAH
Data ini menunjukkan ketersediaan fasilitas pendidikan formal di Desa Bandung, yang sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, sejalan dengan visi Kampung KB.
Total jumlah sekolah formal yang tersedia di desa ini adalah 5 unit, dengan rincian sebagai berikut:

Gambar 3: Grafik data jumlah Sarana Pendidikan
Analisis Utama:
-
Akses Pendidikan Dasar Terjamin: Adanya 2 unit SD dan 1 unit SLTP menunjukkan bahwa akses pendidikan dasar hingga menengah pertama tersedia di desa. Hal ini penting untuk mengatasi angka Belum Tamat SD yang mencapai 12Úri total penduduk (sesuai data pendidikan sebelumnya).
-
Tantangan SLTA: Ketiadaan sekolah SLTA di desa (0 unit) menjadi tantangan utama. Ini berarti lulusan SLTP harus melanjutkan pendidikan di luar desa, yang berpotensi membebani ekonomi keluarga dan meningkatkan risiko putus sekolah.
-
Prioritas Program: Data ini menguatkan urgensi program Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) untuk memberikan dukungan dan informasi beasiswa/motivasi melanjutkan sekolah bagi remaja usia 15-19 tahun.
Â
4. DATA POTENSI DESA MENURUT JUMLAH FASILITAS KESEHATAN
Data ini menunjukkan ketersediaan fasilitas kesehatan primer yang melayani masyarakat Desa Bandung di luar Posyandu, dan menjadi tolok ukur akses penduduk terhadap layanan medis dasar, yang sangat penting bagi keberhasilan program kesehatan di Kampung KB.
Total jumlah Fasilitas Kesehatan (selain Posyandu) yang tersedia di Desa Bandung adalah 4 unit. Distribusinya berdasarkan Rukun Warga (RW) adalah sebagai berikut:

Gambar 4: Grafik data jumlah fasilitas kesehatan
Analisis Utama:
-
Prioritas Layanan di RW 003: RW 003 memiliki alokasi fasilitas kesehatan terbanyak (2 unit), yang mengindikasikan adanya kebutuhan layanan yang lebih besar atau kepadatan populasi lansia/keluarga rentan yang membutuhkan pemantauan kesehatan lebih intensif.
-
Dukungan Program KIA dan KB: Fasilitas kesehatan ini, yang kemungkinan berupa praktik bidan desa atau klinik kesehatan, berfungsi sebagai penopang utama dalam penyediaan layanan Antenatal Care (ANC), persalinan aman, dan pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang berkesinambungan.
Â
5. DATA POTENSI DESA MENURUT JUMLAH RUMAH LAYAK HUNI DAN TIDAK LAYAK HUNI
Data ini memberikan gambaran langsung mengenai kondisi perumahan keluarga, yang menjadi salah satu faktor penentu kualitas hidup dan kesehatan keluarga dalam konteks Kampung KB.
Total jumlah rumah yang tercatat di Desa Bandung adalah 431 unit (409 + 22). Rincian kondisinya adalah sebagai berikut:

Gambar 5: Grafik data jumlah rumah layak dan tidak layak huni
Analisis Utama:
-
Mayoritas Layak Huni: Tingkat rumah layak huni yang sangat tinggi (hampir 95%) menunjukkan bahwa Desa Bandung memiliki kondisi permukiman yang relatif baik dan mendukung sanitasi serta kesehatan keluarga.
-
Target Intervensi Jelas: Jumlah 22 rumah Tidak Layak Huni (RTLH) memberikan target yang sangat spesifik dan terukur bagi program Kampung KB dan pemerintah desa. Intervensi harus difokuskan pada 22 keluarga ini untuk meningkatkan kualitas hidup, yang secara langsung akan berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan anak-anak (mencegah stunting).
Â
6. DATA POTENSI DESA MENURUT JUMLAH WISATA
Desa Bandung memiliki potensi unik untuk mengembangkan paket wisata berbasis komunitas (Community Based Tourism) atau wisata edukasi keluarga yang terintegrasi dengan kearifan lokal dan program Kampung KB.
1. Data Kunci Potensi Wisata
Berdasarkan data Potensi Desa Menurut Jumlah Wisata (Gambar 25), Desa Bandung memiliki total 22 potensi wisata, yang tersebar sebagai berikut:
Â

Gambar 6: Grafik data jumlah destinasi wisata Desa Bandung
Konsentrasi potensi wisata yang tinggi di RW 001 (14 unit) menjadikannya zona utama pengembangan paket wisata.
2. Proposal Paket Wisata Edukasi Keluarga
Menggabungkan data ketersediaan sumber daya desa (SDM, kelembagaan, dan potensi alam) dengan konsentrasi wisatawan di RW 001, berikut adalah tiga paket wisata yang dapat dikembangkan:
Paket A: Wisata Edukasi Keluarga "Pola Asuh & Sehat"
-
Fokus: Layanan Keluarga Berkualitas.
-
Destinasi Utama: Posyandu (4 unit), PAUD (2-3 unit), dan Fasilitas Kesehatan (4 unit).
-
Aktivitas: Mengunjungi Posyandu/PAUD untuk menyaksikan program Bina Keluarga Balita (BKB) atau Bina Keluarga Remaja (BKR) dan berbagi pengetahuan tentang pola asuh anak bebas stunting.
-
Dukungan Data: Didukung data total 168 Balita dan tingginya cakupan KB Aktif (321 peserta), menunjukkan komitmen desa dalam kesehatan keluarga.
Paket B: Wisata Budaya & Spiritualitas "Kearifan Lokal"
-
Fokus: Infrastruktur sosial dan spiritual.
-
Destinasi Utama: Masjid (3 unit) dan Mushola (4 unit).
-
Aktivitas: Mengunjungi Masjid/Mushola, menyaksikan kegiatan keagamaan, dan mengikuti sesi singkat tentang nilai-nilai keluarga Islami, sejalan dengan 100% penduduk Muslim.
-
Dukungan Data: Didukung data ketersediaan 7 unit tempat ibadah, menunjukkan potensi untuk wisata religi singkat atau homestay berbasis pesantren/keagamaan.
Paket C: Wisata Pemberdayaan Ekonomi "Wirausaha Kampung KB"
-
Fokus: Ekonomi Kreatif dan Mandiri.
-
Destinasi Utama: Kelompok Kegiatan UPPKA (1 unit) dan sentra Wiraswasta/Pedagang (249 jiwa Wiraswasta).
-
Aktivitas: Pelatihan singkat atau kunjungan ke kelompok UPPKA untuk mempelajari produk unggulan desa, seperti kerajinan tangan atau makanan lokal, sebagai upaya peningkatan pendapatan keluarga.
-
Dukungan Data: Didukung data dominasi mata pencaharian Wiraswasta (249 jiwa), yang merupakan modal utama untuk usaha mikro dan kecil (UMKM).
Kesimpulan
Desa Bandung, dengan brand Kampung KB "Sinyonya", memiliki fondasi yang ideal untuk mengembangkan Edukasi-Wisata Keluarga. Konsentrasi potensi wisata di RW 001 harus diintegrasikan dengan kekuatan kelembagaan program Keluarga Berkualitas (BKB, BKR, UPPKA) untuk menciptakan daya tarik unik yang berfokus pada pembangunan keluarga sejahtera.
Â
Kembali ke Beranda Rumah Dataku