Pandeglang, 27/10/2025 – Semangat kewirausahaan dan potensi kekayaan alam lokal di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, terus menunjukkan geliatnya. Di tengah upaya kelompok masyarakat yang sudah sukses mengembangkan "Kopi Puhu", kini muncul terobosan baru dari seorang pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang berhasil meluncurkan brand kopi lokal dengan nama unik dan filosofis: "KOPI POS RONDA".
Adalah Lala Nurlelasari, seorang pegiat IKM lokal, yang berada di balik kesuksesan brand baru ini. Kehadiran "KOPI POS RONDA" tidak hanya menambah khazanah produk kopi khas Pandeglang, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa inovasi bisa lahir dari inspirasi sehari-hari.
Inspirasi dari Meja Piket Malam
Nama "KOPI POS RONDA" dipilih Lala Nurlelasari bukan tanpa alasan. Ia terinspirasi dari kebiasaan warga Desa Bandung yang selalu menyajikan kopi sebagai teman setia saat bertugas menjaga keamanan lingkungan di pos-pos ronda. Pos ronda, yang merupakan simbol gotong royong dan kebersamaan, menjadi latar belakang yang kuat untuk sebuah produk yang diharapkan mampu mempersatukan dan menghangatkan suasana.
"Kami ingin membawa semangat kebersamaan di pos ronda, di mana segala ide dan obrolan lahir, ke dalam setiap cangkir kopi," ujar Lala Nurlelasari. "Kopi ini adalah cerminan dari tradisi ngopi malam warga desa kami yang penuh makna."
Menguatkan Rantai Pasok Kopi Lokal
Produksi "KOPI POS RONDA" menggunakan biji kopi pilihan yang bersumber langsung dari perkebunan rakyat di sekitar Kecamatan Banjar, yang memang dikenal memiliki pohon-pohon kopi tua dengan cita rasa otentik. Dengan demikian, kehadiran brand ini turut memperkuat rantai pasok dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi para petani kopi lokal.
Lala Nurlelasari memastikan bahwa proses pengolahan, mulai dari penjemuran, roasting, hingga pengemasan, dilakukan dengan standar mutu yang ketat namun tetap mempertahankan sentuhan tradisional. Hal ini penting untuk menjaga kualitas dan karakter unik kopi robusta Buni yang banyak tumbuh di daerah tersebut.
Dukungan terhadap Sektor IKM
Keberhasilan Lala Nurlelasari dalam mengembangkan "KOPI POS RONDA" menjadi contoh gemilang peran aktif IKM dalam mendorong perekonomian desa. Dengan kemasan yang menarik dan nama yang mudah diingat, "KOPI POS RONDA" diproyeksikan mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.
Pemerintah Desa Bandung dan pihak terkait menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap "KOPI POS RONDA" dapat melengkapi produk kopi unggulan desa lainnya, seperti "Kopi Puhu", sehingga Desa Bandung semakin dikenal sebagai sentra penghasil kopi berkualitas di Kabupaten Pandeglang.
Inovasi dari IKM seperti yang dilakukan oleh Lala Nurlelasari membuktikan bahwa dengan kreativitas dan kemauan memanfaatkan potensi lokal, produk desa memiliki peluang besar untuk naik kelas dan menjadi komoditas kebanggaan daerah.