1. Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan
Data tingkat pendidikan penduduk di Desa Bandung, Kampung KB "Sinyonya", menunjukkan modal penting bagi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan program peningkatan kesejahteraan keluarga.
Total populasi desa menunjukkan komposisi pendidikan sebagai berikut:

Gambar 1: Grafik jumlah penduduk berdasarkan jenjang pendidikan
Kesimpulan Penting:
-
Dominasi Pendidikan Dasar: Sebagian besar penduduk (hampir 30%) memiliki ijazah SD, menunjukkan perlunya peningkatan partisipasi pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (SMP dan SMA/Sederajat).
-
Potensi SDM Terdidik: Jumlah lulusan SMA/SMK (477 jiwa) dan Sarjana (S1) (117 jiwa) merupakan modal kuat untuk menggerakkan perekonomian desa dan menjadi fasilitator program-program Kampung KB.
-
Tantangan Pendidikan Dasar: Adanya 250 jiwa (12.0%) yang Belum Tamat SD dan 256 jiwa (12.2%) yang Belum Sekolah menunjukkan adanya kelompok rentan yang memerlukan intervensi pendidikan non-formal (seperti Kejar Paket) dan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Bina Keluarga Balita (BKB) agar tidak terjadi putus sekolah.
Data ini menjadi dasar bagi Kampung KB untuk merancang program edukasi keluarga yang berkelanjutan dan pelatihan keterampilan yang relevan dengan tingkat pendidikan penduduk.
Â
2. Jumlah Penduduk Menurut Pekerjaan
Data mata pencaharian penduduk di Desa Bandung, Kampung KB "Sinyonya", sangat penting untuk merancang program pemberdayaan ekonomi keluarga (UPPKA) dan peningkatan kesejahteraan.

Gambar 2: Grafik jumlah penduduk berdasarkan pekerjaan
Analisis Utama:
-
Dominasi Sektor Informal/Usaha Mandiri: Mayoritas penduduk bergerak di sektor Wiraswasta (249 jiwa), menunjukkan tingginya semangat kemandirian berusaha. Ini adalah potensi besar untuk pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
-
Tantangan Kesejahteraan: Jumlah Buruh Harian Lepas (177 jiwa) dan penduduk Tidak Bekerja (83 jiwa) yang tinggi (total 260 jiwa) menjadi fokus utama Kampung KB dalam program peningkatan keterampilan dan pengentasan kemiskinan berbasis keluarga.
-
Sektor Formal Kecil: Jumlah ASN, Perangkat Desa, dan Pensiunan relatif kecil, menegaskan Desa Bandung didominasi oleh ekonomi rakyat dan sektor non-formal.
Data ini menjadi panduan bagi Kampung KB untuk menyediakan pelatihan kewirausahaan, akses modal mikro, dan pendampingan bisnis keluarga untuk meningkatkan stabilitas pendapatan.
Â
3. Jumlah Penduduk Disabilitas
Data jumlah penduduk disabilitas memberikan gambaran tentang kebutuhan akan program inklusivitas, pendampingan, dan aksesibilitas layanan kesehatan/sosial di Desa Bandung, dalam konteks Kampung KB.
Total keseluruhan penduduk disabilitas di Desa Bandung berjumlah 6 jiwa. Distribusi penduduk disabilitas di tiga Rukun Warga (RW) menunjukkan sebaran yang tidak merata:

Gambar 3: Grafik jumlah penduduk disabilitas
Analisis Utama:
-
Konsentrasi di RW 003: Sebagian besar penduduk disabilitas (4 dari 6 jiwa) terpusat di RW 003. Hal ini mengharuskan pengurus Kampung KB dan layanan kesehatan desa untuk memprioritaskan penyediaan layanan dan pendampingan khusus di wilayah ini.
-
Fokus Program Inklusif: Meskipun jumlah totalnya kecil, data ini menyoroti perlunya program Kampung KB yang bersifat inklusif, memastikan bahwa keluarga dengan anggota disabilitas mendapatkan akses yang sama terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Data ini menjadi dasar untuk merencanakan intervensi sosial dan kesehatan yang spesifik guna meningkatkan kualitas hidup dan partisipasi aktif kelompok disabilitas dalam masyarakat Desa Bandung.
Â
Kembali ke Beranda Rumah Dataku