1. DATA ADMINISTRASI STATUS PERNIKAHAN

Gambar 1: Grafik data status pernikahan Desa Bandung
Analisis Data
1. Struktur Populasi Usia Produktif
Status Belum Menikah (970 jiwa) merupakan kategori terbesar, melampaui status Menikah (930 jiwa).
-
Implikasi: Hal ini menunjukkan bahwa struktur demografi Desa Bandung di Kampung KB "Sinyonya" memiliki basis penduduk yang kuat dari kelompok usia muda atau usia produktif yang belum menikah. Ini dapat menjadi indikasi keberhasilan program penundaan usia perkawinan (PUP) yang dianjurkan oleh BKKBN, atau tingginya angka remaja dan dewasa muda di wilayah tersebut.
2. Keseimbangan Status Utama
Perbedaan jumlah antara status Belum Menikah dan Menikah hanya 40 jiwa, menunjukkan adanya keseimbangan populasi yang sudah menikah dengan populasi yang masih dalam usia untuk menikah.
3. Stabilitas Pernikahan (Angka Perceraian)
Jumlah status Cerai Hidup (73 jiwa) relatif rendah, hanya 3.64�ri total populasi, dan 7.85�ri total yang sudah menikah (73/930).
Kesimpulan
Secara ringkas, data administrasi status pernikahan Kampung KB "Sinyonya" Desa Bandung tahun 2025 didominasi oleh kelompok Belum Menikah (970) dan Menikah (930) dengan jumlah yang hampir setara. Hal ini mencerminkan populasi yang muda dan seimbang. Status Cerai Hidup dan Cerai Mati berada pada angka yang sangat kecil, mengindikasikan tingkat stabilitas pernikahan yang tinggi di desa tersebut.
2. DATA PENDUDUK BERDASARKAN KEPEMILIKAN DOKUMEN
Grafik lingkaran dibawah ini menyajikan visualisasi data kepemilikan empat jenis Dokumen Administrasi Kependudukan di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) "SINYONYA", Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, untuk Tahun 2025. Dokumen yang dicatat meliputi Akta Lahir, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Kartu Keluarga (KK).

Gambar 2: Grafik jumlah penduduk berdasarkan kepemilikan dokumen
Analisis dan Interpretasi Data
-
Capaian Identitas Individu yang Kuat (Akta Lahir & KTP):
-
Akta Lahir (1.730 dokumen) dan KTP (1.545 dokumen) mendominasi porsi kepemilikan, mencapai lebih dari 80�ri total dokumen yang tercatat.
-
Tingginya angka Akta Lahir menunjukkan keberhasilan program dalam menjamin hak dasar pengakuan hukum bagi anak sejak lahir.
-
Tingginya angka KTP mengindikasikan bahwa mayoritas penduduk usia dewasa ($17+$ tahun) telah memiliki identitas resmi, yang merupakan kunci akses ke layanan publik dan hak-hak sipil lainnya.
-
Proporsi Rumah Tangga (KK):
-
Kesenjangan Kritis dan Prioritas Intervensi (KIA):
-
Kartu Identitas Anak (KIA) memiliki porsi terkecil secara signifikan, hanya 168 dokumen ($\approx 4.2\%$).
-
Kesenjangan: Jika dibandingkan dengan jumlah Akta Lahir (1.730 dokumen) yang merupakan prasyarat mutlak penerbitan KIA, terlihat kesenjangan yang sangat besar.
-
Implikasi: Rendahnya kepemilikan KIA menandakan bahwa meskipun anak-anak telah memiliki pengakuan hukum (Akta Lahir), mereka belum sepenuhnya difasilitasi dengan identitas fisik yang spesifik. Peningkatan penerbitan KIA harus menjadi fokus intervensi utama, terutama melalui program pelayanan kolektif (jemput bola) yang memanfaatkan data Akta Lahir yang sudah tersedia.
Kesimpulan
Kampung KB "SINYONYA" menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam pencatatan sipil dasar (Akta Lahir) dan penjaminan identitas dewasa (KTP). Namun, terdapat kesenjangan serius pada kepemilikan KIA, yang memerlukan program percepatan terpadu dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk melengkapi identitas seluruh penduduk usia anak, guna mendukung program Kampung KB secara menyeluruh.
3. DATA PENDUDUK BERDASARKAN KEPEMILIKAN DOKUMEN KIA

Gambar 3: Grafik jumlah penduduk berdasarkan kepemilikan dokumen KIA
Grafik batang (Bar Chart) ini menyajikan data bulanan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) "SINYONYA", Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, untuk periode Januari hingga November 2025. Data ini bersumber dari Posyandu Desa Bandung.
-
Sumbu vertikal (Y) menunjukkan jumlah kepemilikan KIA, dengan rentang hingga 200 dokumen.
-
Sumbu horizontal (X) menunjukkan bulan dalam tahun 2025 (Januari - November).
-
Jumlah kepemilikan terendah adalah 159 dokumen (Juni), dan tertinggi adalah 176 dokumen (Maret).
-
Kepemilikan KIA per November tercatat 168 dokumen.
4. DATA PENDUDUK BERDASARKAN KEPEMILIKAN DOKUMEN KTP
Grafik donat ini menyajikan Data Administrasi Berdasarkan Kepemilikan KTP di Kampung KB "SINYONYA" Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, untuk Tahun 2025.
Data ini dikelompokkan berdasarkan Rukun Warga (RW) dan menunjukkan total jumlah penduduk dengan kepemilikan KTP di setiap RW yang menjadi bagian dari program Kampung KB.

Gambar 4: Grafik jumlah penduduk berdasarkan kepemilikan dokumen KTP
Analisis Data
-
Dominasi Data RW 002: RW 002 menyumbang porsi terbesar dari total data administrasi kepemilikan KTP, yaitu sebanyak 821 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dua RW lainnya, menjadikannya wilayah terpadat atau wilayah dengan tingkat kepemilikan KTP yang paling tinggi dalam lingkup Kampung KB "SINYONYA".
-
Kesenjangan Jumlah Penduduk: Terdapat kesenjangan signifikan antara jumlah penduduk RW 002 dengan RW 001 (305) dan RW 003 (419). Jumlah di RW 002 hampir dua kali lipat dari RW 003 dan hampir tiga kali lipat dari RW 001.
-
Implikasi Program Kampung KB:
-
Fokus Program: RW 002 memerlukan perhatian dan sumber daya yang lebih besar dalam pelaksanaan program-program Kampung KB (misalnya, pelayanan Keluarga Berencana, BINA Keluarga Balita/Remaja/Lansia) karena cakupan populasinya yang jauh lebih besar.
-
Administrasi dan Capaian: Data kepemilikan KTP yang tinggi secara umum mengindikasikan validitas data kependudukan yang baik. Namun, angka ini dapat digunakan sebagai basis perhitungan target (denominator) untuk capaian program KB dan pembangunan keluarga di masing-masing RW.
-
Perencanaan: Keberadaan tiga RW dengan jumlah penduduk yang bervariasi menunjukkan perlunya strategi yang disesuaikan untuk setiap RW. Misalnya, RW 001 dan RW 003 mungkin membutuhkan pendekatan yang lebih intensif dan terfokus karena populasinya yang lebih kecil, sementara RW 002 memerlukan mekanisme pelayanan massal.
4. DATA PENDUDUK BERDASARKAN KEPEMILIKAN DOKUMEN KARTU KELUARGA
Grafik batang horizontal ini menyajikan Data Administrasi Berdasarkan Kepemilikan Kartu Keluarga (KK) di Kampung KB "SINYONYA" Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, untuk Tahun 2025.
Data ini menunjukkan jumlah Kartu Keluarga (KK) yang terdata di setiap Rukun Warga (RW) dalam wilayah Kampung KB:

Gambar 4: Grafik jumlah penduduk berdasarkan kepemilikan dokumen Kartu Keluarga
Analisis Data
-
Struktur Keluarga Terbesar: Sama seperti data KTP, RW 002 menunjukkan jumlah Kartu Keluarga (KK) terbanyak dengan 197 KK. Ini mengonfirmasi bahwa RW 002 adalah wilayah dengan unit rumah tangga atau keluarga inti terbanyak di Kampung KB "SINYONYA".
-
Kesenjangan yang Tidak Signifikan: Meskipun RW 002 unggul, perbedaan jumlah KK antara ketiga RW tidak terlalu jauh jika dibandingkan dengan data kepemilikan KTP sebelumnya (di mana RW 002 jauh lebih dominan).
Implikasi Program Kampung KB
-
Target Utama Program: Karena program KB berfokus pada unit keluarga (KK), data ini berfungsi sebagai jumlah target rumah tangga yang harus dijangkau. Total 494 KK adalah target minimum untuk penyuluhan, pendataan PUS (Pasangan Usia Subur), dan intervensi program lainnya.
-
Strategi Intervensi: Jumlah KK yang relatif merata (walaupun RW 002 tertinggi) menunjukkan bahwa program intervensi seperti pembentukan kelompok BINA Keluarga (BKB, BKR, BKL) dapat dilaksanakan di ketiga RW dengan skala yang hampir seimbang, berbeda dengan data KTP yang sangat timpang.
-
Indikasi Keluarga Besar: Tingginya rasio jiwa per KK di RW 002 (sekitar 4.17 jiwa/KK) mengindikasikan bahwa RW 002 mungkin memiliki proporsi keluarga besar yang lebih tinggi, yang memerlukan perhatian lebih dalam program pengendalian kelahiran dan pemenuhan delapan fungsi keluarga.
5. DATA PENDUDUK BERDASARKAN KEPEMILIKAN DOKUMEN AKTA LAHIR
Grafik donat ini menyajikan Data Administrasi Berdasarkan Kepemilikan Akta Lahir di Kampung KB "SINYONYA" Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, untuk Tahun 2025. Data ini menunjukkan jumlah individu yang telah memiliki Akta Lahir di setiap Rukun Warga (RW) yang tercakup dalam program Kampung KB:

Gambar 5: Grafik jumlah penduduk berdasarkan kepemilikan dokumen Akta Lahir
Analisis Data
-
Konsistensi Dominasi RW 002: Sama seperti data KTP dan KK, RW 002 tetap menjadi wilayah dengan jumlah individu pemilik Akta Lahir terbanyak, yaitu 732 jiwa. Hal ini memperkuat status RW 002 sebagai wilayah dengan populasi terbesar dan tingkat administrasi kependudukan yang tinggi.
-
Sebaran yang Lebih Merata: Berbeda dengan data KTP (di mana RW 002 sangat jauh unggul), pada data Akta Lahir, sebaran antara ketiga RW cenderung lebih seimbang (484, 732, 514). Selisih antara RW 003 (514) dan RW 001 (484) hanya 30 jiwa, menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang memiliki Akta Lahir di kedua wilayah ini hampir sama.
-
Indikasi Cakupan Akta Lahir (Jika Dikaitkan dengan Data KTP):
-
Total Penduduk (KTP): 1545 jiwa.
-
Total Pemilik Akta Lahir: 484 + 732 + 514 = 1730 jiwa.
-
Anomali Data: Jumlah total Akta Lahir (1730) lebih tinggi daripada total KTP (1545). Hal ini wajar dalam konteks data kependudukan karena semua usia (bayi, anak-anak, remaja) wajib memiliki Akta Lahir, sementara KTP hanya untuk usia 17 tahun ke atas. Angka ini mengindikasikan bahwa cakupan kepemilikan Akta Lahir di Desa Bandung cukup baik.
Implikasi Program Kampung KB
-
Pemenuhan Hak Anak: Kepemilikan Akta Lahir yang tinggi (1730 jiwa) menunjukkan keberhasilan program administrasi kependudukan, yang sejalan dengan salah satu tujuan pembangunan keluarga, yaitu pemenuhan hak-hak dasar anak.
-
Prioritas Pelayanan Anak: Karena Akta Lahir mencakup anak-anak, data ini dapat digunakan untuk menentukan fokus program yang menyasar anak usia dini dan remaja, seperti:
-
RW 002: Menjadi prioritas utama untuk program Bina Keluarga Balita (BKB) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) karena memiliki populasi anak/individu terbanyak.
-
RW 003 dan RW 001: Meskipun jumlahnya lebih kecil, kedua RW ini juga memiliki populasi anak yang signifikan (masing-masing 514 dan 484 jiwa), sehingga layanan BKB dan PIK-R tetap harus dijalankan secara efektif.
-
Target Sasaran (Anak/Remaja): Jumlah 1730 individu Akta Lahir menjadi basis data yang kuat untuk mengukur keberhasilan program pembinaan kualitas remaja dan anak di lingkungan Kampung KB "SINYONYA".
Kembali ke Beranda Rumah Dataku