Desa Bandung

Kec. Banjar, Kab. Pandeglang
Prov. Banten

Loading

Desa Bandung

Hari Batik Nasional

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Selamat datang di Website Desa Bandung Kecamatan Banjar Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten

Berita Desa

Komentar Terbaru

1. Kuantitas Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Desa Bandung Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, yang ditetapkan sebagai Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) "Sinyonya", menunjukkan struktur demografi yang seimbang sebagai modal utama dalam mencapai keluarga yang berkualitas dan sejahtera.

Berdasarkan data tahun 2025, total penduduk Desa Bandung adalah 2.008 jiwa. Distribusi penduduk berdasarkan jenis kelamin mencerminkan potensi sumber daya manusia yang merata seperti pada diagram dibawah:

Gambar 1 :Grafik jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin

Struktur populasi ini memperlihatkan partisipasi dan peran yang signifikan dari kedua jenis kelamin dalam program-program Kampung KB. Keseimbangan ini menjadi landasan strategis bagi program pemberdayaan, terutama dalam peningkatan kesetaraan gender, kesehatan reproduksi, serta keterlibatan aktif ibu dan ayah dalam pola asuh anak yang berkualitas (Bina Keluarga Balita/Remaja/Lansia).

Dengan rasio yang hampir seimbang ini, Kampung KB "Sinyonya" memiliki fondasi demografi yang ideal untuk mengimplementasikan program pembangunan keluarga yang terencana, sehat, dan mandiri.

 

2. Kuantitas Penduduk Berdasarkan Rentang Umur

Struktur umur penduduk Desa Bandung, Kampung KB "Sinyonya", menunjukkan komposisi yang dinamis dan berfokus pada usia produktif. Data ini menjadi panduan penting bagi implementasi program keluarga berkualitas (Kampung KB), seperti yang digambarkan pada grafik dibawah:

Gambar 2 :Grafik jumlah penduduk berdasarkan rentang umur

  1. Dominasi Usia Produktif (15-59 Tahun): Kelompok usia ini menunjukkan jumlah yang paling padat. Puncak kepadatan berada pada rentang usia 20-24 tahun (total 230 jiwa, Laki-laki 115, Perempuan 115) dan 25-29 tahun (total 223 jiwa, Laki-laki 111, Perempuan 112). Hal ini mengindikasikan ketersediaan sumber daya manusia yang tinggi untuk pembangunan ekonomi dan partisipasi dalam program KB.

  2. Fokus Program: Kelompok usia 15-19 tahun dan 20-24 tahun adalah target utama program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) dan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) untuk mencegah pernikahan dini.

  3. Jumlah Penduduk Pra-Usia Sekolah (0-4 Tahun): Terdapat total 172 jiwa (Laki-laki 77, Perempuan 95). Kelompok ini menjadi fokus utama program Bina Keluarga Balita (BKB) untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.

  4. Proporsi Lansia (65+): Jumlah kelompok usia 65 tahun ke atas adalah 130 jiwa (Laki-laki 43, Perempuan 87). Jumlah ini, terutama dominasi perempuan, menyoroti pentingnya program Bina Keluarga Lansia (BKL) dan layanan kesehatan geriatri di Desa Bandung.

Secara keseluruhan, struktur usia ini menunjukkan Desa Bandung berada dalam fase pembangunan yang aktif, dengan fokus utama pada pemberdayaan usia produktif dan penyiapan generasi muda.

 

3. Kuantitas Penduduk Bayi dan Balita

Data kuantitas penduduk bayi dan balita di Kampung KB "Sinyonya" Desa Bandung menunjukkan jumlah populasi usia emas (Golden Age) yang menjadi fokus utama program kesehatan dan pengentasan stunting.

Total populasi di bawah lima tahun (Balita) di desa ini adalah 168 jiwa, seperti rincian pada grafik berikut:

Gambar 3 :Grafik jumlah penduduk Bayi dan Balita

  • Bayi (0-11 Bulan): 44 jiwa

  • Balita (12-59 Bulan): 124 jiwa

Proporsi terbesar adalah kelompok Balita (12-59 bulan). Struktur ini menekankan pentingnya intervensi spesifik dan sensitif gizi, terutama melalui program Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu. Data ini menjadi dasar bagi Kampung KB "Sinyonya" untuk memprioritaskan penyediaan gizi yang optimal, imunisasi lengkap, dan pemantauan tumbuh kembang secara rutin demi menjamin generasi penerus yang sehat dan berkualitas.

 

4. Jumlah Kepala Keluarga

Data jumlah Kepala Keluarga (KK) di Desa Bandung, Kampung KB "Sinyonya", menunjukkan sebaran rumah tangga yang menjadi sasaran utama pelaksanaan program Keluarga Berencana dan pembangunan keluarga.

Total keseluruhan KK di desa ini adalah 569 KK, yang terbagi ke dalam tiga Rukun Warga (RW) dengan distribusi sebagai berikut:

Gambar 4 :Grafik jumlah Kepala Keluarga

RW 002 merupakan wilayah dengan jumlah Kepala Keluarga terbanyak, yaitu 218 KK (38.3%), menjadikannya fokus utama dalam mobilisasi dan penyuluhan program. Data distribusi ini sangat krusial bagi Kampung KB untuk merencanakan dan mengalokasikan sumber daya program, memastikan setiap rumah tangga mendapatkan akses layanan yang merata, terencana, dan terarah sesuai kebutuhan per wilayah RW.

 

5. Jumlah PUS 

Data Pasangan Usia Subur (PUS) adalah indikator krusial yang menentukan jangkauan dan keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) di Kampung KB "Sinyonya" Desa Bandung.

Total keseluruhan Pasangan Usia Subur (PUS) di desa ini berjumlah 335 pasangan. Distribusi PUS di tiga Rukun Warga (RW) menunjukkan sebaran sasaran program secara rinci:

Gambar 5 :Grafik data jumlah PUS

Dengan jumlah total 335 PUS, data ini menjadi basis target intervensi program. RW 002 dengan 128 PUS merupakan wilayah dengan konsentrasi sasaran tertinggi, sehingga membutuhkan alokasi sumber daya dan fokus penyuluhan KB yang lebih intensif untuk memastikan keberhasilan penggunaan kontrasepsi dan penekanan angka kelahiran.

 

6. Jumlah T-PUS 

Data jumlah T-PUS (Pasangan Usia Subur yang Tidak), yang biasanya mencakup pasangan yang tidak berkeinginan memiliki anak lagi atau sudah melewati masa subur, memberikan gambaran penting mengenai kelompok non-sasaran program Keluarga Berencana.

Total keseluruhan T-PUS di Desa Bandung berjumlah 223 pasangan. Distribusi T-PUS di tiga Rukun Warga (RW) adalah sebagai berikut:

Gambar 6 :Grafik data jumlah tidak PUS

Dengan total 223 T-PUS, data ini mengindikasikan bahwa sebagian besar pasangan sudah tidak menjadi sasaran primer untuk program pengendalian kelahiran. Konsentrasi T-PUS tertinggi berada di RW 003 (85 pasangan), yang mungkin mencerminkan populasi lansia yang lebih banyak (sesuai data umur sebelumnya). Kelompok ini menjadi sasaran utama program Bina Keluarga Lansia (BKL) dalam kerangka Kampung KB, untuk memastikan kualitas hidup di masa tua.

7. Jumlah Peserta KB Aktif

Data jumlah Peserta KB Aktif merupakan tolok ukur utama keberhasilan program Keluarga Berencana di tingkat desa.

Total keseluruhan Peserta KB Aktif di Desa Bandung berjumlah 321 pasangan. Angka ini mencerminkan komitmen pasangan usia subur (PUS) dalam merencanakan keluarga. Distribusi peserta aktif di tiga Rukun Warga (RW) menunjukkan sebaran partisipasi:

Gambar 7 :Grafik data jumlah peserta KB aktif

Dengan 143 Peserta KB Aktif, RW 002 memiliki tingkat partisipasi tertinggi. Tingkat partisipasi yang tinggi ini, jika dibandingkan dengan Total PUS (335 pasangan), menunjukkan bahwa 95.8% dari PUS di desa ini telah menjadi peserta KB aktif (321/335), sebuah pencapaian yang luar biasa dalam mencapai sasaran keluarga terencana dan berkualitas. Angka ini menegaskan peran Desa Bandung sebagai Kampung KB yang berhasil.

8. Jumlah Peserta KB Baru

Data Peserta KB Baru mencerminkan upaya penjangkauan dan edukasi yang berhasil menarik Pasangan Usia Subur (PUS) yang sebelumnya belum ber-KB untuk mulai menggunakan kontrasepsi.

Total keseluruhan Peserta KB Baru di Desa Bandung pada tahun 2025 adalah 9 pasangan. Angka ini menunjukkan adanya penambahan sasaran program dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan cakupan KB aktif. Distribusi peserta baru di tiga Rukun Warga (RW) adalah sebagai berikut:

Gambar 8 :Grafik data jumlah peserta KB baru

RW 003 menyumbang Peserta KB Baru terbanyak dengan 4 pasangan, menunjukkan hasil efektif dari kegiatan penyuluhan dan advokasi terbaru di wilayah tersebut. Meskipun jumlahnya kecil, penambahan ini penting untuk mencapai target nol putus pakai KB dan menjaga regenerasi peserta program.

9. Jumlah Ibu Hamil dan Persalinan

Gambar 9 :Grafik data jumlah Ibu Hamil dan Persalinan

Data ini memberikan gambaran tentang beban layanan kesehatan maternal dan potensi kebutuhan stunting di Desa Bandung, Kampung KB "Sinyonya", selama sebelas bulan pertama tahun 2025.

Grafik ini membandingkan jumlah kasus Ibu Hamil baru dan kasus Persalinan per bulan, yang menunjukkan dinamika perencanaan keluarga dan layanan kesehatan di desa tersebut.

  1. Puncak Kejadian: Kasus Ibu Hamil baru tertinggi terjadi pada bulan Juni dan September, masing-masing berjumlah 18 kasus.

  2. Puncak Persalinan: Kasus Persalinan tertinggi terjadi pada bulan Maret (13 kasus) dan Mei (12 kasus).

  3. Implikasi Program: Data ini krusial untuk:

  • Perencanaan Layanan: Mengalokasikan bidan dan kader posyandu untuk layanan antenatal care (ANC) dan persalinan di bulan-bulan dengan kasus tertinggi.
  • Intervensi Gizi: Mempersiapkan intervensi gizi pada Ibu Hamil yang rentan untuk mencegah stunting.
  • Evaluasi KB: Jumlah kasus kehamilan baru yang konsisten (rata-rata 11-12 kasus per bulan pada puncak) mengindikasikan bahwa meskipun cakupan KB Aktif tinggi, tetap ada PUS yang hamil atau terjadi kegagalan kontrasepsi.

Secara keseluruhan, data ini membantu Kampung KB "Sinyonya" merencanakan program kesehatan ibu dan anak yang lebih terarah dan prediktif.

Kembali ke beranda Rumah Dataku

Beri Komentar

Layanan
Mandiri

Hubungi Pamong Desa untuk mendapatkan PIN

Pamong Desa

Kepala

WAHYU KUSNADIHARJA, S.AP

SEKRETARIS DESA

DEPI ERDIANSYAH, S.Pd

KASI PEMERINTAHAN

SIVAH ALIAH HUSNAH

KASI KESEJAHTERAAN SOSIAL

RESTU AMALIA

KAUR KEUANGAN

HASAN ARDIANSYAH, SM

KAUR PERENCANAAN

NUR MUPARIKOH

KAUR TATA USAHA & UMUM

SITI JUBAEDAH

KEPALA DUSUN I

MOCH. ROHMAN ANANDA

KEPALA DUSUN II

YOGA HANDAYANI

Desa

980

LAKI-LAKI

980LAKI-LAKI penduduk

880

PEREMPUAN

880PEREMPUAN penduduk

1.860

TOTAL

1.860TOTAL penduduk

Statistik
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini:192
Kemarin:337
Total Pengunjung:312.241
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:216.73.216.214
Browser:Mozilla 5.0
Produk Desa
Pamong Desa

WAHYU KUSNADIHARJA, S.AP

Kepala

DEPI ERDIANSYAH, S.Pd

SEKRETARIS DESA

SIVAH ALIAH HUSNAH

KASI PEMERINTAHAN

RESTU AMALIA

KASI KESEJAHTERAAN SOSIAL

HASAN ARDIANSYAH, SM

KAUR KEUANGAN

NUR MUPARIKOH

KAUR PERENCANAAN

SITI JUBAEDAH

KAUR TATA USAHA & UMUM

MOCH. ROHMAN ANANDA

KEPALA DUSUN I

YOGA HANDAYANI

KEPALA DUSUN II