PANDEGLANG – Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor pariwisata melalui peningkatan kapasitas pengelola desa wisata. Pada Rabu, 26 November 2025, BI Banten sukses menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Standard Operational Procedure (SOP) yang berfokus pada tata kelola desa wisata profesional.
Kegiatan ini secara spesifik bertempat di Aula Bukit Sinyonya, Desa Wisata Bandung, yang berlokasi di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang. Lokasi ini dipilih sebagai benchmark dan tuan rumah bagi enam perwakilan desa wisata unggulan lainnya yang ada di Banten.
Pentingnya SOP untuk Profesionalisme Pengelolaan
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal keahlian praktis kepada pengelola desa wisata dalam menyusun dan mengimplementasikan SOP. Keberadaan SOP dinilai krusial untuk menjamin konsistensi kualitas layanan, keamanan pengunjung, dan efisiensi operasional desa wisata.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Kepala Desa Bandung selaku tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik inisiatif BI Banten dan mengakui adanya tantangan dalam pengelolaan yang dihadapi desanya.
"Kami di Desa Wisata Bandung mengakui bahwa dalam pembuatan standar operasional prosedur masih terbatas, atau belum memiliki keahlian yang memadai. Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia Banten," ujar Kepala Desa Bandung.
Beliau juga menyampaikan harapan besar agar pelatihan ini memberikan dampak signifikan:
"Semoga dengan mengikuti kegiatan pelatihan penyusunan SOP oleh Bank Indonesia Banten ini, pengelola Desa Wisata Bandung serta desa wisata lain yang mengikuti kegiatan ini dapat meningkat kapasitasnya dan memiliki keahlian dalam penyusunan SOP dan pengelolaan desa wisata. Dan selanjutnya, setelah mengikuti kegiatan ini bisa terjalin kerjasama antar desa dalam pengelolaan Desa Wisata."
Penutupan dan Komitmen Program Berkelanjutan
Mewakili pimpinan, acara ini dihadiri dan ditutup langsung oleh Kiki Sarah Amelia, Manager Bank Indonesia Banten. Dalam sambutan penutupannya, Kiki Sarah Amelia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan puncak dari serangkaian upaya peningkatan yang telah dilakukan BI sejak bulan sebelumnya.
"Kami dari Bank Indonesia Banten merasa bangga melihat antusiasme dan komitmen tinggi dari enam desa wisata peserta. Kegiatan peningkatan kapasitas ini memang sudah kami laksanakan secara bertahap sejak Bulan Oktober 2025," ujar Kiki Sarah Amelia.
Beliau menambahkan bahwa SOP yang tersusun pasca-pelatihan ini harus menjadi panduan baku untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan operasional. Kiki Sarah Amelia juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah:
"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kepala Desa Bandung dan seluruh pengelola Desa Wisata Bukit Sinyonya yang sudah menyediakan fasilitas yang sangat memadai untuk kegiatan penting ini. Dukungan fasilitas ini sangat vital dalam menyukseskan pelatihan SOP ini."
Pelatihan penyusunan SOP ini diharapkan menjadi langkah strategis bagi desa-desa wisata Banten untuk bertransformasi menjadi destinasi yang profesional, terstandar, dan mampu bersaing dalam kancah pariwisata nasional.